Page Image

Profil Sekolah

Salah satu cerobong yang menjadi ciri khas cagar budaya dari bangunan sekolah.

SDN Manggarai 01 merupakan salah satu sekolah yang ditetapkan sebagai cagar budaya nasional pada 25 April 2005.

Berlokasi di wilayah perumahan kompleks karyawan Staat Spoor Wagen atau sekarang dikenal dengan Perumka. Pembangunan gedung sekolah ini dimaksudkan untuk keperluan pendidikan bagi masyarakat Belanda dan para anak karyawan Perumka yang mempunyai status terhormat.

Saat ini SDN Manggarai 01 menjadi salah satu sekolah negeri di Jakarta yang memiliki fasilitas belajar yang cukup lengkap dalam mendukung kegiatan pembelajaran yang berkualitas.

Visi

“Unggul dalam Imtaq, prestasi, berbudaya, berbudi luhur, dan mandiri serta kreatif dalam mewujudkan insan yang cerdas berkarakter dan kompetitif.”

Misi

  • Merancang Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM). 
  • Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang berkualitas di dalam kelas maupun dalam kegiatan ekstrakurikuler.
  • Menumbuhkan semangat berprestasi dalam bidang akademis maupun non akademis kepada seluruh warga sekolah.
  • Menanamkan keyakinan dalam kegiatan keagamaan.
  • Meningkatkan kecakapan dalam bidang akademis dan non akademis
  • Mengembangkan Keterampilan di bidang  IPTEK, Seni budaya dan olah raga berdasarkan minat, bakat dan potensi peserta didik.
  • Membina kemandirian peserta didik melalui kegiatan pembiasaan dan pengembangan diri yang terencana dan berkesinambungan.
  • Membentuk insan yang peduli lingkungan dengan menerapkan 9K (Keindahan, Kerindangan, Kebersihan, Kepedulian, Kebersamaan, Ketertiban, Keamanan, Keterbukaan, Keteladanan)
  • Mengembangkan kegiatan yang menumbuhkan kesadaran warga sekolah sebagai bagian masyarakat global.

Kurikulum

SDN Manggarai 01 menggunakan Kurikulum Merdeka yang akan ditetapkan sebagai kurikulum nasional pada tahun 2024. Kurikulum ini merupakan kurikulum baru yang dirilis oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia, Nadiem Makarim, pada tahun 2022 dan merupakan pengembangan dari kurikulum darurat yang diluncurkan sebagai respons terhadap dampak pandemi Covid-19.

Dalam Kurikulum Merdeka, siswa tidak hanya dibentuk menjadi cerdas, namun juga berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Kurikulum Merdeka mengedepankan proses belajar yang menyenangkan dan relevan sehingga siswa dapat memahami cara mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Sejarah

Sekolah ini dibangun pada tahun 1916 dengan gaya arsitektur new indies pada masa kolinial Hindia Belanda.

Era Penjajahan Belanda (1602-1942)

Sekolah yang dulunya bernama Openbare Europese 1e Lagere School atau disebut Sekolah Dasar Negeri Eropa yang disingkat ELS merupakan Sekolah Dasar zaman kolonial Hindia Belanda di Indonesia.

ELS menggunakan Bahasa Belanda yang menjadi bahasa wajib dalam proses belajar mengajarnya. ELS diperuntukkan untuk keturunan Eropa, keturunan timur asing atau pribumi dari tokoh terkemuka. ELS pertama didirikan pada tahun 1817 dengan masa sekolah 7 tahun. Awalnya hanya terbuka bagi warga Belanda di Hindia Belanda, sejak tahun 1903 kesempatan belajar juga diberikan kepada orang-orang pribumi yang mampu (dari golongan tertentu) dan warga Tionghoa.

Setelah beberapa tahun, pemerintah Belanda beranggapan bahwa hal ini ternyata berdampak negatif pada tingkat pendidikan di sekolah-sekolah HIS dan HCS, sehingga ELS kembali dikhususkan bagi warga Belanda dan Eropa saja. Semula, jika ada anak bangsawan pribumi, meski berkulit coklat dan tak sedikitpun punya darah Eropa atau Belanda, ia boleh bersekolah di Europesche Lager School (ELS). Dalam film Oeroeg (1995), terlihat perbedaan suasana sekolah HIS dan ELS. Satu dari sekian anak pribumi beruntung yang sempat mencicipi bangku sekolah di ELS adalah Pahlawan Nasional Gatot Subroto. Namun sebuah perkelahian dengan anak residen Banyumas membuatnya harus ditendang dari sekolah itu. Gatot pun akhirnya hanya jadi lulusan HIS.

Orang nusantara atau pribui di ELS disebut sebagai minoritas, anak-anak itu harus tunduk dan hormat pada semua orang Belanda. Sebisa mungkin, haram hukumnya membantah seorang guru.

Era Penjajahan Jepang (1942-1945)

Memasuki masa penjajahan Jepang Sekolah Dasar Negeri Eropa berganti nama menjadi Sekolah Rakjat (Kokumin Gakko) Akebono dengan lama belajar menjadi 6 tahun yang terbuka untuk semua golongan secara umum tanpa adanya perbedaan status.

Akebono berasal dari Bahasa Jepang yang berarti awal/subuh/fajar. Sekolah Rakjat Akebono adalah salah satu sekolah yang ada di Indonesia pada masa penjajahan Jepang. Sekolah Rakyat (SR) digunakan sebagai tempat untuk pembelajaran pendidikan dasar dari tahun 1941 hingga 13 Maret 1946. 

Pendidikan pada masa pendudukan Jepang di Indonesia bersifat militeristik. Pendidikan ini bertujuan untuk mempersiapkan para murid menghadapi perang Asia Raya demi kepentingan Jepang. Siswa diwajibkan mengikuti senam pagi (taiso), kerja bakti (kinrohoshi), menyanyikan lagu kebangsaan Kimigato Jepang, mengibarkan bendera Hinomaru serta hormat menghadap timur yaitu Kaisar Jepang Tenno Heika setiap hari dan melakukan sumpah setia Dai Toa pada cita-cita Asia Raya.

Era Kemerdekaan Indonesia (1945-Sekarang)

Setelah Indonesia merdeka, Sekolah Rakjat berubah menjadi Sekolah Dasar (SD) pada tanggal 13 Maret 1946. Tidak diketahui secara pasti sejarah penyebutan Akebono menjadi Cibono yang saat ini dikenal masyarakat sekitar.

Identitas Sekolah

Nama SekolahSDN Manggarai 01
NPSN/NSS20102283 / 101016301062
Jenjang PendidikanSD
Status SekolahNegeri

Lokasi Sekolah

AlamatJl. Manggarai Utara I/6
RT 001 RW 001
Kelurahan Manggarai
Kecamatan Tebet
Kota Jakarta Selatan
Prov. D.K.I. Jakarta 12850
Lintang/Bujur-6.213028932959166, 106.85603182615507

Data Pelengkap Sekolah

Status KepemilikanPemerintah Daerah
SK Izin Operasional
Tgl AK Izin Operasional
SK AkreditasiA (93)
Luas Tanah4.525 m2

Kontak Sekolah

Nomer Telepon021 – 8309620
Nomer Whatsapp08—
Emailsdnmanggarai001@gmail.com

Data Periodik

Daya Listrik14.100 watt
Akses InternetIndihome
Waktu PenyelenggaraanSehari penuh/5 hari
Sumber ListrikPLN